10 Elemen SEO On-Page yang Wajib Dioptimasi untuk Ranking Terbaik

Avatar photo

S. Ikrar

Elemen SEO On-Page yang Wajib Dioptimasi untuk Ranking Terbaik

Mau websitemu nongkrong di halaman pertama Google? Maka kamu gak boleh melewatkan yang namanya SEO On-Page.

Ini adalah langkah-langkah optimasi langsung di dalam halaman website kamu supaya Google makin cinta dan pengunjung betah berlama-lama.

Banyak orang mikir SEO itu ribet, padahal kalau kamu tahu elemen-elemen kuncinya, semuanya bisa jadi lebih mudah dan hasilnya maksimal.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas 10 elemen SEO On-Page yang paling penting dan wajib kamu optimasi biar bisa dapet ranking terbaik di hasil pencarian.

1. Judul Halaman (Title Tag)

Title tag adalah wajah pertamamu di Google.

Title tag adalah elemen HTML yang menandai judul utama halaman kamu. Ini akan tampil sebagai teks biru di hasil pencarian Google, dan sangat menentukan apakah pengguna akan klik atau tidak.

Kenapa penting?

  • Salah satu faktor ranking utama Google.
  • Meningkatkan click-through rate (CTR) jika ditulis menarik dan sesuai niat pencarian.

Tips optimasi:

  • Masukkan keyword utama di awal kalimat.
  • Panjang ideal 50–60 karakter agar tidak terpotong.
  • Buat judul yang menggugah rasa penasaran atau memberikan janji manfaat yang jelas.

Contoh:

7 Tips Diet Sehat untuk Pemula – Mudah dan Efektif

Artikel Ini Akan Membahas Berbagai Tips Diet Sehat untuk Kamu yang Baru Memulai Program Menurunkan Berat Badan

2. Meta Description

Meta description adalah cuplikan isi yang meyakinkan pengunjung untuk klik.

Ini adalah potongan teks sekitar 1–2 kalimat yang muncul di bawah judul di hasil pencarian Google. Meskipun tidak secara langsung memengaruhi ranking, meta description sangat berpengaruh terhadap CTR.

Tips optimasi:

  • Gunakan panjang sekitar 140–160 karakter.
  • Sertakan keyword utama dan call-to-action (CTA) seperti “pelajari selengkapnya”, “lihat tips lengkapnya”, atau “baca sekarang”.
  • Tulis deskripsi spesifik dan menarik, jangan asal copas dari artikel.

Contoh:

Temukan 7 tips diet sehat yang mudah diterapkan untuk pemula. Baca sekarang dan mulai perjalanan sehatmu hari ini!

3. Heading Tags (H1, H2, H3, dst.)

Heading bukan hanya hiasan – ini struktur informasi.

Heading tags (H1–H6) adalah penanda struktur dalam konten. Google menggunakannya untuk memahami hierarki topik dalam halaman kamu.

Tips optimasi:

  • Gunakan H1 hanya sekali untuk judul utama.
  • Gunakan H2 untuk subjudul, dan H3 untuk poin-poin atau penjelasan dalam H2.
  • Sisipkan keyword atau variasi keyword secara alami.

Bonus: Heading yang rapi juga membantu pembaca memindai konten dengan cepat—user experience pun meningkat.

4. Struktur URL (URL Structure)

URL yang jelas dan singkat = mudah diingat, mudah dipahami.

Google menyukai URL yang ringkas, bersih, dan mengandung informasi tentang isi halaman.

Tips optimasi:

  • Gunakan kata kunci utama dalam URL.
  • Hindari angka acak atau parameter rumit seperti id=8932&cat=abc.
  • Gunakan strip (-) untuk memisahkan kata.

Contoh baik:

www.blogkamu.com/tips-diet-sehat

Contoh buruk:

www.blogkamu.com/article?id=92834xyz123

5. Konten Berkualitas dan Relevan

Konten adalah raja… tapi harus jadi raja yang berguna.

Google sangat menghargai konten yang mampu menjawab maksud pencarian (search intent) pengguna secara lengkap, akurat, dan user-friendly.

Ciri konten berkualitas:

  • Menjawab pertanyaan pengguna dengan jelas.
  • Diupdate secara berkala agar tetap relevan.
  • Disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, tidak bertele-tele.

Tips optimasi:

  • Fokus pada search intent: edukasi, transaksi, navigasi?
  • Gunakan keyword secara alami dan tidak dipaksakan.
  • Tambahkan media pendukung seperti gambar, video, dan infografik.

6. Penempatan Keyword (Keyword Placement)

Menaruh keyword di tempat yang tepat bisa membuat Google paham kontenmu.

Menempatkan keyword bukan berarti harus mengulang-ulang kata yang sama. Lebih penting, kamu tahu di mana saja keyword harus muncul.

Tempat yang wajib disisipkan keyword:

  • Title tag
  • Meta description
  • H1 dan beberapa H2
  • Paragraf pembuka
  • URL
  • Secara alami di isi konten

Tips tambahan:

  • Gunakan LSI keywords (kata-kata yang berhubungan dengan keyword utama) untuk membantu Google memahami konteks kontenmu.
  • Jangan over-optimizing alias stuffing – malah bikin penalti.

7. Internal Linking

Bantu Google dan pembaca menavigasi situsmu dengan internal link.

Internal linking adalah praktik menautkan halaman satu ke halaman lainnya dalam situs yang sama. Ini membantu:

  • Pengunjung tetap lebih lama di website
  • Menyalurkan link juice antar halaman
  • Google memahami struktur situsmu

Tips optimasi:

  • Gunakan anchor text yang relevan dan deskriptif.
  • Link ke halaman penting dan relevan, seperti artikel pendukung atau pilar konten.
  • Jangan terlalu banyak. Idealnya, 2–5 internal link per 1000 kata (tergantung konteks).

Contoh:

Untuk tips lanjutannya, baca juga Panduan Lengkap SEO Off-Page di Sini.

8. Optimasi Gambar

Gambar bisa mempercantik konten – tapi jangan lupa SEO-nya!

Gambar bukan cuma dekorasi. Dalam SEO on-page, gambar yang dioptimasi bisa:

  • Bantu Google memahami konteks konten lewat alt text
  • Meningkatkan engagement pembaca
  • Mempercepat (atau memperlambat) loading halaman, tergantung ukurannya

Tips optimasi gambar:

  • Gunakan nama file yang deskriptif, misalnya tips-diet-sehat.jpg, bukan IMG_2345.jpg
  • Isi atribut alt text dengan keyword terkait, tapi tetap deskriptif (contoh: “Salad sayur segar untuk diet sehat”)
  • Kompres gambar agar ukuran file tidak besar, bisa pakai tools seperti TinyPNG atau ImageOptim
  • Gunakan format gambar yang efisien, misalnya WebP untuk kualitas tinggi dan ukuran lebih kecil
  • Tambahkan caption jika relevan, bisa bantu pembaca memahami isi

9. Kecepatan Halaman (Page Speed)

Lambat loading = hilang pengunjung + turun peringkat.

Google sangat memperhatikan pengalaman pengguna (user experience). Salah satu indikator utamanya adalah kecepatan halaman.

Kalau website kamu lambat, siap-siap ditinggal pengguna dan sulit bersaing di SERP.

Kenapa penting?

  • Google menjadikan Core Web Vitals sebagai sinyal ranking.
  • 53% pengguna akan meninggalkan halaman jika butuh lebih dari 3 detik untuk loading.

Tips optimasi kecepatan halaman:

  • Kompres ukuran gambar
  • Aktifkan caching (bisa lewat plugin jika pakai WordPress, seperti WP Rocket atau LiteSpeed)
  • Minify CSS, JavaScript, dan HTML (hilangkan spasi yang nggak perlu)
  • Gunakan CDN (Content Delivery Network) untuk distribusi konten lebih cepat
  • Hindari penggunaan plugin yang berat dan tidak perlu

Tools bantu cek kecepatan:

  • Google PageSpeed Insights
  • GTmetrix
  • WebPageTest

10. Mobile-Friendly Design

Google pakai Mobile-First Indexing – artinya versi mobile website kamu yang dinilai duluan.

Lebih dari 60% pengguna internet sekarang mengakses web via smartphone. Kalau website kamu gak enak dilihat di HP, siap-siap ditinggal dan ranking kamu bisa jeblok.

Ciri-ciri website yang mobile-friendly:

  • Teks bisa dibaca tanpa zoom
  • Elemen tombol dan link cukup besar dan mudah diklik
  • Layout menyesuaikan ukuran layar (responsif)
  • Navigasi simpel dan tidak terlalu penuh

Tips optimasi desain mobile:

  • Gunakan tema atau template responsif
  • Tes tampilan di berbagai ukuran layar (HP, tablet, dsb)
  • Hindari pop-up besar yang nutupin konten di HP
  • Gunakan ukuran font yang ideal, biasanya minimal 16px untuk teks body

Tools cek mobile-friendly:

Mau artikel kamu tampil di halaman 1 Google? Jangan cuma fokus ke backlink aja. SEO On-Page adalah pondasi utama yang wajib dioptimasi.

Dengan memperhatikan 10 elemen di atas, kamu udah selangkah lebih dekat untuk jadi juara di mesin pencari!

Artikel Terkait