Ingin menabung tapi merasa penghasilan belum cukup? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak mahasiswa dan fresh graduate mengalami hal serupa.
Menabung bukan soal besar kecilnya nominal, melainkan soal konsistensi dan komitmen. Bahkan hanya dengan Rp10.000 per hari, kamu bisa mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Berikut ini adalah 10 tips menabung yang efektif untuk pemula yang bisa kamu mulai hari ini juga!
1. Tentukan Tujuan Menabung yang Spesifik
Langkah pertama adalah mengetahui “untuk apa kamu menabung?” Apakah untuk dana darurat, biaya kuliah, traveling, beli gadget, atau modal usaha kecil?
Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah termotivasi dan fokus. Buat target yang realistis dan tentukan tenggat waktunya.
Contoh: “Saya ingin menabung Rp2 juta untuk liburan akhir tahun dalam waktu 4 bulan.”
2. Mulai dari Nominal Kecil: Rp10.000 per Hari
Menabung tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Justru lebih baik memulai dari nominal kecil tapi konsisten.
Dengan Rp10.000 per hari, kamu bisa mengumpulkan sekitar Rp300.000 sebulan dan lebih dari Rp3,6 juta dalam setahun.
Konsistensi jauh lebih penting daripada besarannya.
Kiat: Gunakan celengan fisik, dompet digital, atau e-wallet untuk memisahkan uangnya.
3. Buat Rekening Khusus untuk Tabungan
Pisahkan rekening kebutuhan sehari-hari dan rekening untuk tabungan. Ini membantu kamu tidak tergoda menggunakan dana tabungan untuk belanja konsumtif.
Pilih rekening digital tanpa biaya administrasi dan fitur “lock” atau “kantong” agar uang tidak mudah ditarik.
Rekomendasi: Jago, Blu by BCA Digital, Seabank, atau Digibank.
4. Manfaatkan Fitur Auto-Debit atau Menabung Otomatis
Banyak bank digital atau e-wallet memiliki fitur auto-debit harian/mingguan ke rekening tabungan. Ini sangat cocok bagi kamu yang sering lupa atau malas menabung secara manual.
Setiap hari, Rp10.000 otomatis disisihkan. Praktis dan efisien!
Fitur ini bisa diatur mulai dari jumlah kecil dan disesuaikan dengan pendapatan.
5. Gunakan Sistem Budgeting 50/30/20 atau Envelope System
Agar tidak boros, terapkan sistem anggaran. Misalnya:
- 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi)
- 30% untuk keinginan (hiburan, jajan)
- 20% untuk tabungan dan investasi
Alternatifnya, kamu bisa gunakan metode amplop: pisahkan uangmu dalam kategori terpisah agar tidak tercampur.
6. Kurangi Pengeluaran Tidak Penting
Coba hitung berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk hal-hal tidak penting setiap minggu.
Misalnya kopi kekinian, langganan aplikasi yang jarang digunakan, atau ongkir makanan online.
Kamu bisa mulai dengan menggantinya dengan alternatif murah: bawa bekal, seduh kopi sendiri, atau puasa jajan seminggu sekali.
Ingat, uang kecil yang dihemat hari ini bisa jadi tabungan besar di kemudian hari.
7. Ikuti Tantangan Menabung Harian atau Mingguan
Tantangan seperti “nabung Rp10.000 per hari selama 30 hari” atau “52-week money challenge” membuat aktivitas menabung terasa menyenangkan.
Kamu bisa gunakan tabel sederhana, checklist, atau aplikasi keuangan untuk melacak progress harian/mingguanmu.
8. Ubah Pola Pikir: Menabung Bukan Menyiksa, Tapi Investasi untuk Masa Depan
Banyak orang berpikir menabung artinya harus menahan diri dari semua kesenangan. Padahal, menabung adalah bentuk mencintai diri sendiri.
Dengan menabung, kamu sedang menyelamatkan masa depanmu dari utang dan kekacauan keuangan.
9. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Kalau penghasilan utamamu pas-pasan, pertimbangkan cari tambahan seperti:
- Jualan online
- Jadi freelance di bidang desain, tulis, atau terjemahan
- Menjadi dropshipper atau reseller
Sumber pendapatan tambahan ini bisa kamu tabung sepenuhnya sebagai “uang masa depan.”
10. Review dan Evaluasi Setiap Bulan
Lakukan evaluasi bulanan: apakah kamu konsisten menabung? Apa hambatannya? Sudah sampai berapa targetnya?
Jika perlu, sesuaikan target dan strategi. Misalnya menambah nominal atau mencoba metode menabung baru.
Berikan apresiasi untuk dirimu ketika berhasil menabung secara konsisten.
Hadiah kecil seperti makan enak atau nonton film bisa menjadi bentuk self-reward.
Menabung bukan soal besar-kecilnya uang, tapi soal komitmen untuk masa depan. Bahkan dengan Rp10.000 per hari, kamu bisa membangun kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab.
Jadi, tidak perlu menunggu gaji besar untuk menabung – cukup mulai dari langkah kecil dan lanjutkan dengan konsisten. Yuk, mulai hari ini!








