Keraton Ratu Boko, Situs Bersejarah dari Masa Mataram Hindu

Avatar photo

S. Ikrar

Keraton Ratu Boko
Foto: Aleksandar Todorovic/Shutterstock

Keraton Ratu Boko, situs bersejarah peninggalan Mataram Hindu yang menawarkan keindahan arsitektur dan panorama alam yang memukau.

Keraton Ratu Boko merupakan salah satu situs bersejarah penting dari masa Mataram Hindu yang terletak di Yogyakarta.

Dikenal dengan keindahan arsitektur dan pemandangan alam yang memukau, situs ini menyimpan banyak cerita sejarah yang menarik untuk diketahui.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah, keunikan, dan daya tarik dari Keraton Ratu Boko sebagai destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi.

Keraton Ratu Boko adalah salah satu situs arkeologi yang paling mempesona di Indonesia. Dikenal sebagai sisa-sisa bangunan istana kuno, situs ini dibangun pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra di bawah pemerintahan Rakai Panangkaran dari Kerajaan Medang atau Mataram Hindu.

Warisan budaya ini bukan hanya sebuah tempat bersejarah, tetapi juga bukti kejayaan masa lalu Indonesia yang menggabungkan elemen-elemen budaya Hindu dan Buddha.

Sejarah Keraton Ratu Boko: Bangunan Agung di Atas Bukit

Sejarah Keraton Ratu Boko
Foto: Andreas H/Shutterstock

Situs Keraton Ratu Boko, yang ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO sejak tahun 1995, terletak di atas bukit yang indah di sebelah selatan kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta.

Dengan luas mencapai 25 hektare, situs ini menyuguhkan peninggalan-peninggalan yang menggambarkan kemegahan arsitektur kuno.

Meski sering disebut sebagai “candi,” Keraton Ratu Boko sebenarnya bukanlah candi, melainkan sebuah keraton atau istana yang diduga digunakan sebagai tempat tinggal dan pusat pemerintahan.

Keberadaan berbagai struktur seperti gerbang masuk megah, pendopo, area tempat tinggal, kolam pemandian, dan pagar pelindung semakin memperkuat anggapan bahwa situs ini bukan tempat peribadatan, melainkan sebuah kompleks istana.

Temuan berupa sisa-sisa gerabah dan peralatan sehari-hari di area ini juga menunjukkan aktivitas kehidupan sehari-hari pada masa lalu.

Bukti-bukti Prasasti: Jejak Agama Hindu dan Buddha di Keraton Ratu Boko

Keraton Ratu Boko memiliki nilai sejarah yang tinggi karena mencerminkan perpaduan budaya Hindu dan Buddha yang berkembang di Indonesia pada masa itu.

Beberapa prasasti ditemukan di situs ini, yang menunjukkan bahwa tempat ini pernah digunakan oleh penganut Buddha dan kemudian penganut Hindu. Berikut adalah beberapa prasasti yang berhasil ditemukan di situs ini:

  • Lima Prasasti dalam Huruf Pre-Nagari: Prasasti ini menjelaskan pembangunan sebuah biara Buddha untuk Bodhisattva Avalokitesvara, menunjukkan bahwa situs ini pernah digunakan sebagai tempat peribadatan Buddha.
  • Tiga Prasasti dalam Bahasa Kawi Tahun 856 Masehi: Prasasti ini menguraikan pembangunan struktur untuk menempatkan dua buah lingga, yang merupakan simbol keagamaan Hindu.
  • Satu Prasasti Tanpa Tanda Tahun: Prasasti ini menjelaskan pembangunan tempat khusus untuk menempatkan sebuah lingga. Lingga sendiri merupakan simbol penting dalam agama Hindu, melambangkan Dewa Siwa.

Prasasti-prasasti ini menunjukkan bahwa Keraton Ratu Boko adalah situs yang mencerminkan peralihan atau campuran budaya dan agama, yang menjadi ciri khas periode sejarah tersebut di wilayah Nusantara.

Lokasi yang Strategis dengan Pemandangan Memukau

Lokasi yang Strategis dengan Pemandangan Memukau
Foto: Julius Bramanto/Shutterstock

Keraton Ratu Boko beralamat di Jalan Raya Piyungan – Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya yang berada di atas bukit memberikan panorama alam yang sangat memukau.

Dari situs ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan ke berbagai arah, seperti pemandangan Kota Yogyakarta yang padat, keindahan Gunung Merapi yang gagah, serta latar belakang Candi Prambanan yang megah.

Kombinasi ini memberikan pengalaman wisata sejarah dan alam yang unik bagi pengunjung.

Tiket Masuk dan Informasi Harga di Keraton Ratu Boko

Untuk menikmati keindahan dan keunikan situs Keraton Ratu Boko, pengunjung perlu membayar tiket masuk dengan harga yang cukup terjangkau.

Harga tiket untuk anak-anak berusia 3 – 10 tahun adalah sebesar Rp20.000, sedangkan untuk pengunjung berusia di atas 10 tahun dikenakan harga tiket sebesar Rp40.000.

Tiket masuk ini termasuk akses ke semua area situs, sehingga pengunjung dapat bebas mengeksplorasi dan menikmati seluruh sudut Keraton Ratu Boko.

Daya Tarik Utama Keraton Ratu Boko: Kekayaan Budaya dan Spot Foto Instagrammable

Daya Tarik Utama Keraton Ratu Boko
Foto: Dedy D/Shutterstock

Keraton Ratu Boko memiliki berbagai daya tarik yang membuatnya menjadi destinasi wisata populer di Yogyakarta. Berikut beberapa daya tarik utamanya:

1. Pemandangan yang Indah dan Menakjubkan

Keindahan alam di sekitar Keraton Ratu Boko menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Dari ketinggian bukit, pengunjung dapat menikmati panorama kota yang membentang luas serta kemegahan Gunung Merapi di kejauhan.

Saat matahari terbenam, pemandangan ini menjadi lebih mempesona dengan warna langit yang berubah menjadi jingga keemasan, menciptakan suasana yang romantis dan indah.

2. Tempat yang Menawarkan Spot Foto yang Menarik dan Unik

Reruntuhan bangunan kuno di Keraton Ratu Boko memberikan latar belakang yang unik dan artistik untuk fotografi.

Area kolam pemandian dengan batu-batu purbanya serta gapura masuk yang megah adalah spot favorit para pengunjung untuk berfoto.

Banyak pasangan yang bahkan memilih tempat ini sebagai lokasi untuk pre-wedding photoshoot, karena atmosfer klasik dan misterius yang ditawarkannya.

Fasilitas untuk Pengunjung di Keraton Ratu Boko

Selain menawarkan pemandangan yang luar biasa dan pengalaman bersejarah yang mendalam, Keraton Ratu Boko juga menyediakan berbagai fasilitas yang memadai untuk kenyamanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia di sini antara lain:

  1. Tempat Parkir: Area parkir yang luas disediakan untuk menampung kendaraan pengunjung, baik mobil maupun bus.
  2. Toilet Umum: Tersedia toilet yang bersih dan terawat untuk pengunjung.
  3. Ruang Laktasi: Ruang ini disediakan bagi ibu yang sedang menyusui, sehingga mereka dapat merasa lebih nyaman selama berkunjung.
  4. Musala: Bagi pengunjung yang beragama Islam, musala tersedia untuk melaksanakan ibadah.
  5. Restoran dan Kafe: Tersedia restoran dan kafe yang menyajikan berbagai makanan dan minuman, baik menu lokal maupun internasional, untuk menambah kenyamanan wisatawan.

Keraton Ratu Boko adalah salah satu destinasi wisata yang menawarkan kombinasi sempurna antara sejarah, budaya, dan keindahan alam.

Dengan latar belakang yang kuat dari masa kejayaan Hindu dan Buddha di Nusantara, situs ini memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan dan arsitektur masa lalu.

Ditambah lagi dengan fasilitas yang memadai dan pemandangan yang memukau, Keraton Ratu Boko menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang berwisata ke Yogyakarta.

Dengan segala daya tariknya, situs ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan, baik bagi pecinta sejarah, fotografer, maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan ketenangan.

Artikel Terkait

Tags