Bisnis franchise semakin diminati karena menawarkan sistem yang siap pakai dan potensi keuntungan yang menjanjikan.
Tidak semua franchise memberikan hasil yang sesuai harapan. Banyak yang justru berujung rugi karena kurang cermat dalam memilih peluang usaha.
Agar tidak salah langkah, Anda perlu mengetahui cara mengevaluasi franchise secara objektif – mulai dari kredibilitas brand hingga analisis potensi keuntungannya.
Tips Memilih Franchise agar Tidak Rugi
Berikut ini ulasan beberapa tips memilih franchise yang tepat agar tidak rugi, khususnya untuk pemula.
1. Kenali Diri dan Tujuan Bisnis Anda Terlebih Dahulu
Sebelum melihat peluang franchise, tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah tujuan utama Anda: penghasilan tambahan, bisnis jangka panjang, atau pensiun dini?
- Apakah Anda lebih tertarik pada sektor makanan, minuman, retail, atau jasa?
- Apakah Anda akan mengelola langsung atau menggunakan karyawan?
Pemahaman awal ini penting agar pilihan franchise sesuai dengan gaya hidup dan kapasitas Anda sebagai pemilik bisnis.
2. Pilih Franchise yang Memiliki Reputasi dan Legalitas Jelas
Salah satu kesalahan umum pemula adalah tergiur harga murah tanpa memeriksa kredibilitas franchisor. Berikut yang harus Anda pastikan:
- Terdaftar di asosiasi resmi seperti Asosiasi Franchise Indonesia (AFI)
- Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha Waralaba (STPW)
- Memiliki portofolio mitra yang sukses dan aktif
- Memiliki kantor pusat yang jelas dan mudah dihubungi
Hindari franchise yang tidak bisa menunjukkan legalitas dan hanya fokus menjual “paket murah” tanpa sistem yang terstruktur.
3. Evaluasi Sistem Bisnis dan Dukungan Franchisor
Franchise bukan hanya soal beli booth dan bahan baku. Pastikan franchisor menyediakan:
- SOP lengkap dan pelatihan awal
- Bantuan dalam pemilihan lokasi strategis
- Dukungan pemasaran dan promosi digital
- Monitoring berkala dan sistem pelaporan usaha
Semakin baik dukungan yang diberikan kepada Anda, semakin besar peluang bisnis Anda berkembang.
4. Hitung Estimasi Modal, Pengeluaran, dan Return of Investment (ROI)
Jangan hanya melihat harga paket kemitraan. Anda juga harus menghitung beberapa hal, seperti berikut:
- Biaya tambahan (renovasi, sewa, izin usaha, gaji karyawan)
- Pengeluaran bulanan (bahan baku, listrik, logistik, royalty fee)
- Estimasi pendapatan harian/mingguan
- Break Even Point (BEP) dan waktu balik modal
Contoh: Jika BEP-nya 12 bulan dan ROI 30%, maka Anda bisa memperkirakan apakah investasi ini layak atau tidak.
5. Cek Review dan Testimoni Mitra yang Sudah Berjalan
Lakukan riset lebih mendalam:
- Cek media sosial dan forum diskusi bisnis
- Hubungi langsung mitra lama (jika memungkinkan)
- Tanyakan pengalaman mereka dalam menjalankan bisnis dan dukungan dari pusat
Review jujur dari mitra sebelumnya bisa memberi gambaran nyata tentang kondisi bisnis yang akan Anda jalani.
6. Waspadai Franchise Abal-Abal dan Modus Penipuan
Beberapa tanda franchise yang patut diwaspadai:
- Tidak punya website resmi atau kantor pusat
- Menjual paket kemitraan super murah tanpa penjelasan sistem
- Tidak punya SOP atau tidak menyediakan pelatihan
- Menjanjikan keuntungan cepat dan tidak realistis
Ingat: Tidak ada bisnis yang menjanjikan hasil instan. Waspadai penawaran yang terdengar “terlalu bagus untuk jadi kenyataan.”
7. Pilih Brand yang Adaptif terhadap Tren Pasar
Bisnis yang mampu berinovasi biasanya lebih tahan lama dalam persaingan. Pastikan brand yang Anda pilih:
- Aktif memperbarui produk dan strategi
- Mampu bersaing di pasar lokal
- Tidak cepat “mati gaya” atau kehilangan peminat
Contoh: Minuman boba, ayam goreng, dan kopi kekinian yang konsisten inovasi bisa bertahan lebih lama dibanding tren sesaat.
8. Coba Simulasikan Operasional Sehari-hari
Bayangkan skenario usaha Anda:
- Apakah Anda sanggup mengelola pegawai?
- Bagaimana jika bahan baku telat datang?
- Apakah Anda bisa mengatasi komplain pelanggan?
Simulasi sederhana seperti ini akan membantu Anda lebih realistis dalam mempersiapkan mental dan operasional bisnis.
Memilih franchise yang tepat membutuhkan lebih dari sekadar melihat harga dan brand yang populer. Anda harus meneliti sistem bisnis, legalitas, perhitungan keuntungan, dan testimoni nyata dari mitra lain.
Hindari keputusan terburu-buru hanya karena tergoda paket murah atau janji manis keuntungan besar.
Dengan riset yang matang dan pemilihan yang cermat, Anda bisa memulai bisnis franchise dengan percaya diri – tanpa takut rugi.








