Siapa sih yang nggak kenal emas? Dari zaman nenek moyang sampai era digital sekarang, emas tetap jadi primadona dalam dunia investasi.
Kenapa? Karena emas dikenal tahan inflasi, liquid, dan bisa jadi alat lindung nilai yang efektif di saat ekonomi nggak menentu.
Tapi, investasi emas zaman sekarang bukan cuma soal beli logam mulia dan simpan di lemari.
Ada banyak pilihan jenis investasi emas yang bisa kamu sesuaikan dengan budget dan tujuan finansial, mulai dari yang konvensional sampai yang serba digital.
Nah, kalau kamu tertarik menabung atau berinvestasi emas, yuk simak 7 jenis investasi emas yang bisa kamu pertimbangkan!
1. Logam Mulia Fisik (Emas Batangan)
Investasi emas paling klasik dan populer.
Emas batangan atau logam mulia fisik (misalnya keluaran ANTAM atau UBS) masih jadi pilihan utama karena:
- Bisa disimpan sendiri
- Diakui secara internasional
- Transparan dalam hal harga dan berat
Kelebihan:
- Nilai stabil dalam jangka panjang
- Cocok untuk disimpan sebagai aset warisan
- Tidak bergantung pada sistem digital
Kekurangan:
- Butuh tempat penyimpanan aman (brankas atau safe deposit box)
- Ada biaya tambahan untuk cetak dan sertifikat
- Rentan risiko hilang/tercuri
Tips: Beli dari toko emas resmi atau platform terpercaya, dan pastikan kamu menerima sertifikat keaslian.
2. Tabungan Emas Digital (Seperti Pegadaian & Tokopedia Emas)
Cocok untuk pemula dengan modal kecil.
Kamu bisa mulai investasi emas mulai dari Rp10.000 aja lewat aplikasi seperti:
- Pegadaian Digital
- Tokopedia Emas
- Shopee Emas
- Pluang, Tamasia, dan lainnya
Kelebihan:
- Praktis, bisa dilakukan dari HP
- Tanpa biaya cetak atau penyimpanan fisik
- Bisa beli dan jual kapan saja
Kekurangan:
- Ada spread harga beli-jual yang cukup tinggi
- Emasnya tidak langsung kamu pegang, hanya bisa dicetak jika sudah mencapai jumlah tertentu
Tips: Gunakan aplikasi dengan izin resmi OJK atau Bappebti agar lebih aman.
3. Cicilan Emas (Beli Emas Bertahap)
Punya target punya emas 10 gram tapi belum sanggup beli langsung? Cicilan emas solusinya.
Layanan ini memungkinkan kamu membeli emas dengan cara dicicil per bulan selama periode tertentu (biasanya 3–36 bulan), misalnya di Pegadaian atau Indogold.
Kelebihan:
- Bisa punya emas meskipun belum punya uang tunai penuh
- Cocok buat perencanaan jangka panjang
- Terkadang ada promo tanpa bunga (syariah)
Kekurangan:
- Ada biaya administrasi atau margin
- Keterlambatan bisa kena denda
- Tidak bisa dicairkan sebelum lunas
Tips: Hitung total biaya sampai lunas dan bandingkan dengan harga emas saat itu agar tetap menguntungkan.
4. Perhiasan Emas
Investasi plus gaya hidup.
Buat kamu yang suka tampil kece tapi tetap produktif secara finansial, emas perhiasan bisa jadi pilihan.
Kelebihan:
- Bisa dipakai sekaligus jadi aset
- Mudah dijual kembali
- Banyak variasi model
Kekurangan:
- Harga jual kembali lebih rendah karena potongan biaya pembuatan
- Risiko hilang atau rusak jika sering dipakai
Tips: Pilih kadar emas tinggi (22K–24K) dan simpan nota pembelian untuk mempermudah saat ingin jual kembali.
5. Emas Digital Blockchain (Tokenized Gold)
Investasi emas berbasis kripto atau blockchain.
Jenis ini memungkinkan kamu membeli emas dalam bentuk token digital yang dijamin oleh emas fisik. Contoh platform: Digix, Paxos Gold, atau aplikasi lokal berbasis blockchain.
Kelebihan:
- Transparansi tinggi karena berbasis teknologi blockchain
- Mudah ditransfer dan diperjualbelikan secara global
- Didukung emas fisik di brankas
Kekurangan:
- Belum terlalu populer di Indonesia
- Harus paham teknologi dan keamanan digital
- Risiko volatilitas seperti aset kripto
Tips: Pastikan platform punya lisensi dan sistem audit yang jelas.
6. Reksa Dana Emas atau ETF Emas
Investasi emas tanpa perlu simpan fisik atau buka tabungan.
ETF (Exchange Traded Fund) emas adalah reksa dana yang mengacu pada harga emas dunia. Kamu bisa beli lewat sekuritas resmi, seperti IndoPremier, Bibit, Bareksa, atau MOST Mandiri.
Kelebihan:
- Cocok untuk investor pasar modal
- Bisa diversifikasi dengan instrumen lain
- Tidak repot urus cetak atau simpan emas
Kekurangan:
- Butuh akun sekuritas
- Harga bisa berfluktuasi tergantung pasar
- Ada biaya transaksi & manajemen
Tips: Cocok untuk investor menengah hingga mahir yang ingin variasi portofolio.
7. Menabung Emas Secara Berkala (Strategi DCA)
Strategi aman dan minim risiko jangka panjang.
Dollar Cost Averaging (DCA) adalah teknik menabung emas dengan jumlah dan frekuensi tetap, misalnya Rp100.000 per minggu. Cocok untuk kamu yang pengen bangun portofolio secara konsisten.
Kelebihan:
- Tidak perlu mikir timing harga emas
- Mengurangi risiko beli di harga tertinggi
- Bisa dijalankan otomatis via aplikasi
Kekurangan:
- Butuh komitmen jangka panjang
- Tidak cocok untuk spekulasi jangka pendek
Tips: Gunakan reminder atau fitur auto-debit biar nggak lupa menabung.
Strategi Investasi Emas untuk Proteksi Keuangan Jangka Panjang
Investasi emas itu bukan buat cepat kaya, tapi untuk melindungi nilai uang dari inflasi. Agar hasilnya maksimal:
- Tentukan Tujuan Investasi: Dana pendidikan? Dana pensiun? Modal usaha?
- Pilih Jenis Emas Sesuai Tujuan: Emas digital buat fleksibel, logam mulia buat disimpan lama.
- Gabungkan dengan Instrumen Lain: Emas bagus untuk proteksi, tapi tetap seimbangkan dengan aset lain seperti saham, reksa dana, atau properti.
- Pantau Harga dan Tren: Jangan asal beli. Cek grafik harga emas dunia dan pergerakan rupiah.
Dari yang modal kecil sampai yang ingin investasi serius, emas tetap jadi instrumen favorit yang fleksibel dan minim risiko.
Pilih jenis investasi emas yang sesuai dengan gaya hidup, tujuan, dan budget kamu.
Jangan lupa: investasi terbaik adalah yang kamu pahami dan jalani dengan konsisten!








