Pernah ingin cuan dari pasar saham atau kripto, tapi malas duduk depan layar seharian kayak scalper? Nah, swing trading bisa jadi jawabannya.
Swing trading adalah strategi trading yang memanfaatkan tren harga dalam jangka menengah – biasanya dalam hitungan hari hingga beberapa minggu.
Jadi cocok banget buat kamu yang pengin tetap produktif sambil kerja, kuliah, atau ngurus bisnis, tapi juga ingin menghasilkan dari pasar.
Yuk, kita bahas 6 strategi swing trading yang bisa bantu kamu profit secara konsisten tanpa harus mantengin chart 24/7.
Apa Itu Swing Trading?
Swing trading adalah metode trading yang fokus pada menangkap “swing” alias ayunan harga dalam tren menengah.
Bukan seperti scalping yang hanya bertahan hitungan menit atau jam, swing trader biasanya hold posisi antara 2 hari hingga 3 minggu tergantung kondisi pasar.
Tujuannya: beli saat harga berada di titik rendah tren naik dan jual ketika mendekati puncaknya (atau sebaliknya untuk short selling).
Cocok buat:
- Trader sibuk
- Pemula yang belum terbiasa dengan analisis cepat
- Investor yang ingin menambah cuan jangka pendek
6 Strategi Swing Trading yang Bisa Kamu Coba
1. Breakout Trading
Cocok buat: Kamu yang suka mengejar momentum dan cuan cepat dari pergerakan besar.
Strategi breakout bertujuan menangkap pergerakan harga yang menembus level kunci – baik resistance (atas) maupun support (bawah).
Breakout yang valid sering memicu lonjakan harga karena banyak trader lain ikut masuk setelah konfirmasi.
Langkah-langkah:
- Identifikasi support/resistance: Gunakan histori harga dan indikator seperti pivot point atau trendline.
- Konfirmasi volume: Breakout dengan volume rendah cenderung palsu. Pastikan volume meningkat tajam saat harga menembus level kunci.
- Tunggu konfirmasi: Hindari FOMO. Tunggu 1–2 candle tertutup di atas/bawah level kunci untuk validasi.
- Entry & SL: Entry saat candle konfirmasi selesai terbentuk. Letakkan stop loss di bawah support (untuk breakout atas) atau di atas resistance (untuk breakout bawah).
Tools bantu:
- Volume Indicator (OBV, Volume Bar)
- Trendline / Horizontal Line
- Bollinger Bands (untuk mengukur squeeze/tekanan)
Waspadai:
- False breakout (harga menembus lalu kembali masuk area)
- Gunakan timeframe lebih besar (H4/Daily) untuk validitas sinyal
2. Pullback Trading
Cocok buat: Kamu yang suka masuk setelah tren berjalan, tapi dengan risiko lebih kecil.
Pullback trading memanfaatkan koreksi minor dalam tren utama. Idealnya, kamu masuk saat harga “turun sementara” untuk kemudian melanjutkan tren awal.
Langkah-langkah:
- Tentukan tren utama: Gunakan MA, ADX, atau price action.
- Tunggu koreksi: Biasanya terjadi di level Fibonacci 38%–61.8%.
- Cari sinyal reversal: Gunakan pola candle seperti hammer, bullish engulfing, atau indikator RSI/Stochastic oversold.
- Entry & SL: Entry setelah sinyal reversal. Letakkan SL di bawah swing low atau retracement ke-61.8%.
Tools bantu:
- Fibonacci Retracement
- EMA 20/50
- Candlestick Reversal Pattern
Cocok untuk:
- Pasar tren kuat, baik bullish maupun bearish
- Saham atau aset yang tidak terlalu volatil
3. Moving Average Crossover
Cocok buat: Kamu yang ingin sinyal praktis dan visual.
Menggabungkan dua MA (Moving Average) berbeda periode untuk mendeteksi awal tren. Crossover menjadi sinyal beli/jual yang sering digunakan dalam strategi swing dan tren-following.
Langkah-langkah:
- Atur MA pendek & panjang: Contoh populer: MA 9 & MA 21.
- Entry saat crossover: Buy saat MA pendek memotong ke atas MA panjang.
- Exit: Saat MA pendek kembali memotong ke bawah.
Tools bantu:
- MA/EMA indicator
- RSI/Stochastic untuk filter sinyal palsu
Kelebihan:
- Mudah dibaca, cocok untuk pemula
- Bisa dipakai di semua market (saham, kripto, forex)
Kelemahan:
- Sinyal lambat di pasar sideways
- Hindari saat tidak ada tren
4. Relative Strength Index (RSI) Strategy
Cocok buat: Kamu yang suka beli murah dan jual mahal (contrarian trader).
RSI adalah indikator momentum yang mengukur kekuatan harga. Cocok untuk mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual).
Langkah-langkah:
- Cari aset dengan RSI <30 (oversold) untuk buy, atau RSI >70 (overbought) untuk sell.
- Konfirmasi dengan candlestick reversal di area support/resistance.
- Entry buy/sell, pasang SL di bawah/atas area sinyal.
Tools bantu:
- RSI (setting default 14)
- Support & Resistance
- Candlestick Patterns
Bonus:
- Kombinasikan dengan MACD untuk kekuatan sinyal lebih akurat
5. Trendline Bounce Strategy
Cocok buat: Kamu yang percaya “trend is your friend”.
Menarik garis tren secara manual bisa bantu kamu identifikasi area support/resistance dinamis. Ketika harga memantul dari garis ini, itu jadi peluang entry.
Langkah-langkah:
- Tarik trendline dari 2–3 titik harga yang membentuk tren naik/turun.
- Tunggu harga mendekati trendline.
- Entry setelah konfirmasi bounce (misal: bullish engulfing atau doji di support).
- Pasang SL di bawah trendline (untuk buy) atau di atasnya (untuk sell).
Tools bantu:
- Manual trendline
- Volume indicator
- Stochastic Oscillator (untuk timing entry)
Catatan:
- Pastikan trendline diuji minimal 3 kali untuk validitas tinggi
- Cocok untuk jangka menengah (3–15 hari)
6. Candlestick Pattern Strategy
Cocok buat: Kamu yang paham psikologi pasar lewat candle.
Candlestick pattern memberikan sinyal pembalikan harga atau kelanjutan tren, terutama jika muncul di area penting seperti support atau resistance.
Pola yang sering digunakan:
- Bullish Engulfing, Hammer, Morning Star → sinyal naik
- Bearish Engulfing, Shooting Star, Evening Star → sinyal turun
Langkah-langkah:
- Identifikasi zona support/resistance kuat
- Tunggu terbentuknya pola candle reversal
- Entry setelah candle konfirmasi selesai
- Pasang SL beberapa pip/poin di bawah shadow
Tools bantu:
- Price Action
- MACD / RSI sebagai konfirmasi tambahan
Tips:
- Lebih akurat di timeframe Daily
- Cocok dipadukan dengan strategi breakout/pullback
Tips Sukses Swing Trading
- Gunakan Timeframe yang Sesuai: Fokus di chart Daily atau 4H. Hindari chart 1-menit atau 5-menit.
- Disiplin dengan Stop Loss & Take Profit: Jangan tergoda “ah naik dikit lagi”. Swing trader harus punya batas jelas.
- Gunakan Risk/Reward Ratio 1:2 atau lebih: Rugi kecil, untung besar. Itu kunci jangka panjang.
- Cek Kalender Ekonomi: Hindari buka posisi saat ada rilis berita besar (biar gak kena lonjakan volatilitas mendadak).
- Pantau dengan Tools TradingView, Stockbit, atau MetaTrader: Biar bisa analisa kapan pun dari laptop atau HP.
Siapa Bilang Trading Harus Ribet?
Swing trading memberikan alternatif cerdas buat kamu yang:
- Ingin hasil lebih cepat dari investasi jangka panjang
- Gak punya waktu untuk scalping
- Suka analisa teknikal dan punya kesabaran beberapa hari
Dengan strategi yang tepat, swing trading bisa jadi sumber penghasilan tambahan yang stabil, tanpa harus membuat kamu jadi budak layar monitor tiap detik.








