6 Strategi Trading di Pasar Sideways agar Tetap Bisa Cuan

Avatar photo

S. Ikrar

Strategi Trading di Pasar Sideways agar Tetap Bisa Cuan

Pasar sedang flat? Harga nggak ke mana-mana? Jangan buru-buru tutup laptop dulu. Justru di sinilah keahlian trader diuji.

Pasar sideways alias pasar mendatar memang bikin banyak orang bingung. Tapi, buat yang ngerti polanya, ini adalah ladang cuan tersendiri.

Yuk, kita bahas 6 strategi yang bisa kamu terapkan saat pasar bergerak dalam range sempit.

1. Range Trading: Main di Zona Nyaman

Cocok untuk: Trader yang sabar dan disiplin

Di pasar sideways, harga bergerak dalam “range” antara level support dan resistance. Strategi ini memanfaatkan pola bolak-balik harga di dalam zona tersebut.

Langkah-langkah:

  • Identifikasi level support dan resistance kuat lewat chart 1H atau 4H.
  • Entry buy di dekat support, pasang stop loss (SL) beberapa pip di bawahnya.
  • Entry sell di dekat resistance, pasang SL beberapa pip di atasnya.
  • Take profit (TP) di sisi berlawanan dari posisi entry.

Tips Tambahan:

  • Gunakan indikator seperti Bollinger Bands atau volume untuk mengonfirmasi area entry.
  • Hindari entry saat mendekati rilis berita besar karena bisa memicu breakout.

2. False Breakout Strategy: Tangkap Pemain Nakal

Cocok untuk: Trader yang jeli membaca sinyal penipuan pasar

Breakout palsu (false breakout) sering menjebak trader di pasar sideways. Harga terlihat menembus batas support/resistance, tapi lalu balik lagi.

Strategi:

  • Tunggu harga “menembus” support atau resistance tapi kembali masuk ke dalam range.
  • Entry saat candle konfirmasi kembali ke zona (biasanya pin bar atau engulfing).
  • Pasang SL beberapa pip di luar level breakout semu.

Tools Bantu:

  • Candlestick reversal pattern (pin bar, doji, engulfing)
  • Volume spike sebagai konfirmasi breakout palsu

3. Gunakan RSI (Relative Strength Index)

Cocok untuk: Trader teknikal yang suka indikator simpel

RSI membantu mendeteksi kapan harga terlalu tinggi (overbought) atau terlalu rendah (oversold), ideal di pasar sideways.

Cara penggunaan:

  • RSI > 70 = overbought → sinyal jual
  • RSI < 30 = oversold → sinyal beli
  • Entry saat RSI menyentuh batas ekstrem dan muncul konfirmasi candlestick reversal

Tips:

  • Kombinasikan RSI dengan support/resistance untuk akurasi lebih tinggi.
  • Hindari entry saat RSI di tengah-tengah (antara 40–60).

4. Manfaatkan Stochastic Oscillator

Cocok untuk: Trader intraday dan swing trader

Stochastic Oscillator mengukur momentum dan sangat efektif di pasar mendatar.

Parameter umum: 14,3,3

Cara baca:

  • Di atas 80 = overbought → potensi turun
  • Di bawah 20 = oversold → potensi naik
  • Entry saat garis %K memotong %D di area ekstrem

Tips:

  • Gunakan time frame 1H atau 4H untuk sinyal yang lebih kuat.
  • Kombinasikan dengan pola price action seperti double top/bottom.

5. Bollinger Bands Squeeze: Waspadai Ledakan Harga

Cocok untuk: Trader yang siap antisipasi breakout besar

Bollinger Bands bisa mendeteksi saat pasar “tekanan tinggi” dan bersiap meledak.

Strategi:

  • Perhatikan ketika BB menyempit drastis → pasar sepi, potensi breakout tinggi
  • Siapkan dua skenario: buy jika break upper band, sell jika break lower band
  • Gunakan pending order buy stop dan sell stop di luar band

Catatan:

  • Jangan lupa konfirmasi volume meningkat saat breakout.
  • Squeeze bisa jadi awal tren baru, bukan cuma fase sideways.

6. Scalping di Timeframe Kecil

Cocok untuk: Trader aktif dan cepat ambil keputusan

Scalping memanfaatkan pergerakan kecil harga dalam waktu singkat, cocok di pasar flat dengan volatilitas rendah.

Langkah-langkah:

  • Gunakan chart timeframe M5 atau M15
  • Entry berdasarkan pantulan dari support/resistance minor
  • Validasi dengan indikator EMA (9/21), RSI, dan MACD
  • Target profit kecil (5–15 pip), SL ketat

Tips:

  • Pilih broker dengan spread rendah & eksekusi cepat.
  • Hindari scalping saat sesi pasar overlap (London–New York) jika market sideways mulai berubah arah.

Pasar sideways bukan berarti nggak ada peluang. Justru buat trader yang sabar dan disiplin, kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk hasil konsisten.

Kuncinya ada di pemahaman struktur harga, pemilihan indikator yang tepat, dan tentu saja money management yang solid.

Selamat mencoba dan tetap cuan, meski pasar lagi diam!

Artikel Terkait