Panduan Saham untuk Investor Pemula, 8 Jenis Saham yang Harus Diketahui!

Avatar photo

S. Ikrar

Panduan Saham untuk Investor Pemula, 8 Jenis Saham yang Harus Diketahui!
Foto: Sedrik2007/Envato Elements

Pelajari jenis-jenis saham penting yang harus diketahui oleh investor pemula untuk memulai investasi yang sukses di pasar saham.

Memasuki pasar saham sebagai investor pemula bisa terasa seperti berlayar di perairan yang tidak dikenal.

Dengan berbagai jenis saham dan strategi investasi yang tersedia, penting bagi investor baru untuk mendapatkan pemahaman yang solid tentang dasar-dasar sebelum melakukan investasi pertama mereka.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif tentang jenis saham yang harus diketahui oleh setiap investor pemula, mulai dari saham biasa hingga saham preferen dan lain-lain.

Dengan mengenal berbagai jenis saham, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih informasi dan mengatur portofolio Anda untuk sukses jangka panjang.

1. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa, atau common stock, adalah jenis kepemilikan perusahaan yang mengizinkan pemegangnya untuk memiliki sebagian dari perusahaan tersebut.

Sebagai pemegang saham biasa, investor mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam keuntungan perusahaan, yang biasanya dibagikan dalam bentuk dividen.

Selain itu, pemegang saham biasa juga berhak untuk memilih dewan direksi perusahaan dalam pertemuan tahunan.

Namun, dengan hak ini datang pula tanggung jawab; pemegang saham harus siap menerima risiko kerugian, terutama jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Meski begitu, risiko kerugian yang ditanggung terbatas pada jumlah investasi mereka—artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang akan mereka alami adalah jumlah yang telah mereka investasikan, dan tidak lebih.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham Prefer
Foto: Mstandret/Envato Elements

Saham preferen, atau preferred stock, merupakan hybrid antara saham biasa dan obligasi. Saham jenis ini memberikan beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh pemegang saham biasa, termasuk pembayaran dividen yang lebih tetap dan prioritas lebih tinggi dalam pembayaran dividen.

Meskipun saham preferen seringkali tidak memberikan hak suara dalam pemilihan dewan direksi—berbeda dengan deskripsi sebelumnya—keuntungan utamanya adalah stabilitas pendapatan.

Dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham preferen umumnya memiliki jumlah yang tetap dan dibayarkan sebelum dividen kepada pemegang saham biasa dibagikan.

Keamanan tambahan ini menjadikan saham preferen pilihan yang menarik bagi investor yang mencari penghasilan tetap dan mengurangi risiko fluktuasi harga saham.

3. Saham Bearer (Bearer Stocks)

Saham bearer, atau saham atas unjuk, adalah jenis saham yang sertifikatnya tidak mencantumkan nama pemilik.

Ini membuat saham jenis ini sangat fleksibel karena dapat dengan mudah dialihkan dari satu orang ke orang lain tanpa perlu proses administratif rumit.

Pemegang saham bearer memiliki hak untuk berpartisipasi dan memberikan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sertifikat saham ini seringkali dirancang dengan kualitas tinggi mirip uang kertas, yang menuntut pemiliknya untuk menyimpannya dengan sangat hati-hati.

Jika sertifikat ini rusak atau hilang, pemegang saham harus menanggung kerugian karena sertifikat saham bearer tidak dapat diduplikasi, dan kehilangan sertifikat berarti kehilangan kepemilikan atas saham tersebut.

4. Saham Terdaftar (Registered Stocks)

Berkebalikan dengan saham bearer, saham terdaftar atau registered stocks mencantumkan nama pemiliknya secara eksplisit pada sertifikat.

Ini memastikan bahwa setiap transaksi atau peralihan saham harus dicatat secara resmi dalam dokumen perusahaan.

Saham jenis ini memerlukan pencatatan yang teliti dan pembaruan data pemilik saham di buku register perusahaan setiap kali terjadi peralihan kepemilikan.

Keuntungan dari saham terdaftar adalah adanya tambahan keamanan; jika sertifikat saham hilang atau rusak, pemilik dapat dengan mudah mengajukan permohonan untuk penerbitan sertifikat pengganti, karena identitas mereka tercatat dan diverifikasi oleh perusahaan.

Ini memberikan lapisan keamanan tambahan bagi pemilik saham dalam melindungi investasi mereka.

5. Saham Blue Chip

Saham Blue Chip
Foto: Sedrik2007/Envato Elements

Istilah “blue chip” dalam pasar modal merujuk pada saham dari perusahaan besar yang dikenal dengan kestabilan pendapatannya dan memiliki jumlah hutang yang relatif rendah.

Nama “blue chip” berasal dari terminologi yang digunakan di kasino, di mana chip berwarna biru sering kali mewakili nilai tertinggi.

Perusahaan-perusahaan yang sahamnya dikategorikan sebagai blue chip biasanya merupakan pemimpin industri yang mapan dengan rekam jejak keuangan yang solid dan reputasi yang kuat.

Investor yang berpengalaman sering kali mengincar saham blue chip karena dianggap sebagai investasi yang aman dan dapat diandalkan, yang cenderung memberikan pengembalian yang stabil dalam jangka panjang meskipun dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

6. Saham Penghasil Dividen (Income Stocks)

Saham penghasil dividen, atau income stocks, merupakan jenis saham yang dihargai oleh investor karena kemampuannya untuk membayar dividen yang tinggi secara konsisten setiap tahun.

Saham ini berasal dari perusahaan yang keuangannya sangat stabil, yang memungkinkan mereka untuk mendistribusikan sebagian besar laba kepada pemegang saham berupa dividen tunai.

Keuntungan dari memegang saham penghasil dividen adalah mendapatkan pendapatan yang teratur dan tinggi, menjadikannya pilihan yang menarik bagi investor yang mencari aliran pendapatan pasif atau tambahan dari investasi mereka.

Saham jenis ini sering ditemukan di sektor-sektor seperti utilitas, real estat, dan perusahaan-perusahaan yang memiliki operasi bisnis yang besar dan stabil.

7. Saham Spekulatif (Speculative Stocks)

Saham spekulatif adalah pilihan yang menarik bagi investor yang menyukai tantangan dan siap menghadapi risiko tinggi untuk potensi pengembalian yang tinggi.

Jenis saham ini sering dikaitkan dengan perusahaan-perusahaan yang bisnisnya berada di sektor yang belum terbukti, memiliki teknologi baru, atau beroperasi di industri yang sangat fluktuatif.

Meskipun saham spekulatif bisa memberikan keuntungan yang signifikan, penting bagi investor untuk memahami bahwa mereka juga membawa risiko yang sangat besar—nilai investasi dapat berfluktuasi secara dramatis, tergantung pada berbagai faktor termasuk sentimen pasar dan performa perusahaan.

Oleh karena itu, investor yang memilih saham spekulatif harus siap untuk kemungkinan perubahan nilai investasi mereka dari waktu ke waktu dan memiliki strategi untuk mengelola risiko tersebut.

8. Saham Anti-Siklikal (Counter Cyclical Stocks)

Saham Anti-Siklikal
Foto: Prostock-Studio/Envato Elements

Saham anti-siklikal adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang kinerjanya cenderung berlawanan dengan siklus ekonomi umum.

Dengan kata lain, saham ini cenderung stabil atau bahkan mengalami kenaikan nilai ketika kondisi ekonomi secara keseluruhan sedang menurun.

Hal ini menjadikan saham anti-siklikal pilihan yang menarik bagi investor yang mencari kestabilan dalam portofolio mereka, terutama selama periode ketidakstabilan ekonomi.

Perusahaan yang sahamnya dikategorikan sebagai anti-siklikal seringkali beroperasi di sektor-sektor yang tidak sensitif terhadap perubahan ekonomi, seperti layanan kesehatan atau utilitas.

Investasi jenis ini sangat cocok bagi investor pemula atau mereka yang memiliki toleransi risiko yang lebih rendah dan menginginkan investasi yang ‘aman-aman saja’ tanpa fluktuasi nilai yang besar.

Menavigasi dunia investasi saham tidak harus menjadi perjalanan yang menakutkan bagi investor pemula.

Dengan pemahaman yang kuat tentang berbagai jenis saham dan bagaimana mereka bekerja, Anda dapat menempatkan diri Anda di jalur yang tepat untuk keberhasilan keuangan.

Ingat bahwa investasi saham memerlukan penelitian, kesabaran, dan strategi yang disesuaikan dengan tujuan keuangan pribadi Anda.

Mulailah dengan langkah kecil, terus belajar dan beradaptasi, dan jangan takut untuk mencari nasihat dari para ahli ketika diperlukan.

Dengan pendekatan yang tepat, pasar saham dapat menjadi sumber kekayaan dan pertumbuhan jangka panjang.

Artikel Terkait

Tags