10 Jenis Investasi dengan Risiko Rendah dan Cocok untuk Profil Konservatif

Avatar photo

S. Ikrar

Jenis Investasi dengan Risiko Rendah dan Cocok untuk Profil Konservatif

Nggak semua orang nyaman ambil risiko tinggi dalam berinvestasi. Ada juga lho tipe investor yang lebih suka main aman, yang penting duitnya tumbuh pelan-pelan tapi stabil – tanpa drama minus belasan persen dalam semalam.

Nah, kalau kamu termasuk profil konservatif alias tipe yang menghindari fluktuasi tajam tapi tetap pengen cuan yang pasti, kamu berada di artikel yang tepat!

Di sini, kita akan bahas 10 jenis investasi dengan risiko rendah yang cocok buat kamu yang baru mulai, atau yang pengen jaga aset dengan tenang di tengah guncangan ekonomi.

Apa Itu Investor Konservatif?

Sebelum bahas produknya, yuk pahami dulu.

Investor konservatif adalah mereka yang:

  • Lebih memilih keamanan modal utama
  • Tidak suka risiko tinggi atau gejolak pasar
  • Fokus pada pendapatan tetap atau pertumbuhan lambat yang stabil

Biasanya cocok untuk:

  • Ibu rumah tangga
  • Orang mendekati masa pensiun
  • Pemula yang belum siap terjun ke dunia saham

1. Deposito Berjangka

Investasi paling klasik dan aman.

Deposito adalah simpanan berjangka di bank yang bunganya lebih tinggi dari tabungan biasa. Cocok banget buat kamu yang pengen “parkir dana” dengan tenang.

Kelebihan:

  • Dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank
  • Bunga tetap dan pasti
  • Tidak terpengaruh pasar

Kekurangan:

  • Ada penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo
  • Keuntungan lebih kecil dibanding instrumen lain

Cocok untuk: Dana darurat jangka pendek sampai menengah

2. Emas

Lindung nilai dari inflasi, simpel, dan mudah dipahami.

Emas adalah aset lindung nilai yang populer karena nilainya cenderung naik dalam jangka panjang.

Kelebihan:

  • Tahan inflasi
  • Bisa dibeli secara digital atau fisik
  • Mudah dicairkan kapan saja

Kekurangan:

  • Harga bisa turun dalam jangka pendek
  • Butuh tempat penyimpanan aman kalau beli fisik

Cocok untuk: Proteksi kekayaan jangka panjang

3. ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

Obligasi negara yang dijual untuk masyarakat, aman dan menguntungkan.

ORI adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Jadi, bisa dibilang risikonya nyaris nol karena dijamin negara.

Kelebihan:

  • Bunga tetap (kupon) dibayar rutin
  • Bisa dibeli mulai dari Rp1 juta
  • Aman karena dijamin pemerintah

Kekurangan:

  • Ada masa jatuh tempo
  • Tidak likuid jika kamu butuh dana mendadak (kecuali ORI yang bisa diperdagangkan)

Cocok untuk: Investor konservatif yang ingin passive income rutin

4. Reksa Dana Pasar Uang

Alternatif modern dari deposito.

Reksa dana pasar uang mengelola dana kamu ke instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek.

Kelebihan:

  • Imbal hasil lebih tinggi dari tabungan
  • Bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti
  • Modal terjangkau (mulai Rp10 ribu)

Kekurangan:

  • Nilai bisa stagnan jika kondisi pasar lesu
  • Tidak dijamin LPS (tapi diawasi OJK)

Cocok untuk: Investor pemula dan dana darurat yang butuh fleksibilitas

5. Sukuk Ritel (SukRi)

Obligasi syariah yang aman dan sesuai prinsip Islam.

Sukuk ritel adalah versi syariah dari ORI, cocok buat kamu yang ingin investasi halal dan tetap aman.

Kelebihan:

  • Diterbitkan pemerintah, jadi sangat aman
  • Ada kupon tetap setiap bulan
  • Sesuai syariat (bebas riba)

Kekurangan:

  • Tidak bisa dijual kembali sebelum jatuh tempo
  • Kupon lebih kecil dibanding instrumen pasar saham

Cocok untuk: Investor konservatif berprinsip syariah

6. Asuransi Unit Link dengan Dana Pasar Uang

Gabungan proteksi dan investasi.

Unit link dengan alokasi di pasar uang memberikan manfaat perlindungan dan potensi pertumbuhan yang tetap aman.

Kelebihan:

  • Ada proteksi jiwa
  • Dana berkembang meskipun pelan
  • Cocok untuk perencanaan jangka panjang

Kekurangan:

  • Biaya administrasi dan akuisisi cukup besar
  • Keuntungan relatif kecil di awal tahun

Cocok untuk: Perencana keuangan jangka panjang dengan profil risiko rendah

7. P2P Lending Tipe Pendanaan Mikro Risiko Rendah

Pendanaan ke UMKM kecil dengan risiko minim (misalnya pendanaan invoice).

Beberapa platform P2P Lending kini punya produk mikro dengan sistem jaminan atau pinjaman jangka pendek.

Kelebihan:

  • Return lebih tinggi dari deposito (6–12%)
  • Durasi singkat (30–90 hari)
  • Ada diversifikasi risiko

Kekurangan:

  • Risiko gagal bayar tetap ada
  • Tidak dijamin pemerintah

Cocok untuk: Investor konservatif yang mulai berani coba alternatif

8. Tabungan Emas Digital

Menabung emas secara rutin dan digital.

Bisa lewat aplikasi seperti Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, atau Shopee Emas. Modal mulai dari Rp10.000 saja.

Kelebihan:

  • Terjangkau dan fleksibel
  • Bisa dicairkan kapan saja
  • Cocok untuk DCA (Dollar Cost Averaging)

Kekurangan:

  • Harga beli–jual punya selisih (spread)
  • Tidak berbentuk fisik kecuali dicetak

Cocok untuk: Milenial yang ingin diversifikasi dana kecil

9. Deposito Berjangka Syariah (Mudharabah)

Versi syariah dari deposito konvensional.

Alih-alih bunga, deposito syariah memberikan bagi hasil yang sesuai akad mudharabah.

Kelebihan:

  • Bebas riba
  • Aman dan dijamin LPS
  • Penghasilan tetap setiap bulan

Kekurangan:

  • Tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo
  • Imbal hasil sedikit lebih kecil dari pasar uang

Cocok untuk: Muslim yang ingin simpanan halal dan aman

10. Reksa Dana Terproteksi

Produk kombinasi obligasi dan proteksi modal.

Cocok buat kamu yang ingin hasil tetap, dan uang pokok tetap utuh di akhir tenor.

Kelebihan:

  • Return lebih tinggi dari deposito
  • Modal pokok dijaga tetap utuh
  • Cocok untuk jangka menengah

Kekurangan:

  • Tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo
  • Tidak semua produk mudah diakses publik

Cocok untuk: Investor konservatif dengan tujuan finansial 1–3 tahun

Tips Memulai Investasi untuk Profil Konservatif

  • Kenali tujuan keuanganmu: Dana darurat? Pensiun? Liburan? Ini akan memengaruhi pilihan produknya.
  • Diversifikasi portofolio: Jangan taruh semua uang di satu produk. Gabungkan beberapa untuk hasil optimal.
  • Pilih platform resmi: Pastikan produk diawasi OJK, Bappebti, atau LPS.
  • Cek likuiditas: Pilih produk yang bisa dicairkan sesuai kebutuhan kamu.

Investasi bukan soal siapa yang paling untung cepat, tapi siapa yang paling konsisten dan paham risikonya.

Buat kamu yang profil risikonya konservatif, 10 jenis investasi di atas bisa jadi pilihan tepat untuk cuan stabil tanpa bikin deg-degan.

Ingat, uang yang berkembang pelan-pelan tapi pasti itu jauh lebih baik daripada yang cepat tapi bikin panik setiap minggu!

Artikel Terkait